Portal Berita Lumajang
24 Juli 2017 - Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag menghadiri Rakercab Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Lumajang di Pendopo, Senin (24/7). Acara tersebut merupakan puncak peringatan HUT IBI ke 66 dan Hari Bidan Internasional. Turut hadir Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes, Ketua GOW Lumajang Hj. Tutuk As’at, Wakil Ketua I Pengurus Daerah IBI Provinsi Jawa Timur, Endang Sri Resmiati, SH, S.St, M.Kes, dan Ketua IBI Cabang Lumajang Farianingsing, S.ST.
Tema peringatan IBI Cabang Lumajang adalah “Bidan Mengawal Kesehatan Perempuan dan Keluarga Dengan Layanan Holistik dan Berkesinambungan”.
Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan strategis, yang memberikan tugas dan fungsi memberikan layanan kebidanan guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Guna mempersiapkan generasi emas yang berkualitas harus disiapkan sejak dini. “Untuk itu bidan sebagai tenaga profesional harus senantiasa meningkatkan kompetensinya agar tetap memberikan layanan yang berkualitas bagi masyarakat,” ujar Farianingsih, S.ST.
Sebagai rangkaian kegiatan dalam peringatan HUT IBI dan Hari Bidan Internasional tahun ini, IBI Cabang Lumajang juga menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya cek IVA/Pap Smear dan Seminar “Motivasi Bidan Dalam Menghadapi Era Globalisasi dan MEA” untuk meningkatkan soft skill bidan.
Wakil Ketua I Pengurus Daerah IBI Provinsi Jawa Timur, Endang Sri Resmiati, SH, S.St, M.Kes mengapresiasi kerja bidan di Lumajang yang aktif memberikan sosialisasi dan test IVA. “Bidan sebagai lini terdepan mempunyai peran strategis untuk mendeteksi supaya para perempuan mendapatkan yang terbaik untuk status kesehatan ibu-ibu, untuk itu terima kasih kepada bidan – bidan di Lumajang,” ujar Endang Sri Resmiati.
Sementara itu Bupati Lumajang, Drs. As’at, M. Ag menilai peran dan fungsi bidan sangat penting dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Lumajang. Bupati As’at yakin dengan semangat yang selama ini ditunjukkan oleh bidan di Lumajang, angka tersebut semakin tahun semakin bisa ditekan. “Angka Kematian ibu dan Angka Kematian Bayi ini harus ditekan, penentu utamanya adalah bagaimana tenaga bidan secara ikhlas memberikan pelayanan kepada mereka. Bersama bidan ibu pasti sehat,” ujar Bupati As’at. (Tim*)



