PROBOLINGGO, 12-05-2017 – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/5/2017) menggelar Sosialisasi Perencanaan Areal Tembakau Musim Tanam (MT) 2017 di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan.
Sosialisasi ini dihadiri Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan perwakilan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. Hadir pula narasumber dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso.
Kegiatan tersebut diikuti 650 orang terdiri dari dinas terkait, Forkopimka di tujuh kecamatan, Kepala BPP dan PPL, tokoh masyarakat, pimpinan gudang tembakau dan kepala desa. Juga blandang tembakau dan kelompok tani di tujuh kecamatan penghasil tembakau serta Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo.
Dalam sambutannya Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan bahwa sosialisasi perencanaan areal tanam tembakau ini istiqomah dilakukan setiap tahun. Pasalnya potensi tembakau ini begitu besar peluangnya dan banyak petani yang menggelutinya.
“Kami memandang perlu dan wajib mensosialisasikan kepada semua pelaku usaha di dalam rantai tembakau. Apa yang harus dilakukan agar jerih payah petani itu diketahui para pedagang dan gudang,” katanya.
Menurut Bupati Tantri, sesuai dengan hukum ekonomi tidak akan mungkin sebuah barang itu dihargai murah manakala ketersediaan barang tidak berlebihan. Tetapi jika over produksi maka barang tersebut tidak akan mungkin harganya naik.
“Intinya kami ingin menginformasikan kepada rakyat petani tembakau agar jangan sampai jumlah tembakau yang ditanam melebihi dari kebutuhan yang diperlukan pabrik. Saya sering mendengar dinamika tembakau. Saat harganya turun maka akan ramai, tetapi jika harganya naik maka akan diam,” jelasnya.
Selain dari hukum ekonomi jelas Bupati Tantri, siapapun yang dilihat pembeli adalah kualitas dari barang yang akan dibelinya. Tidak akan mungkin seorang blandang berani menghargai tinggi manakala kualitasnya masih standart. “Oleh karenanya harapan saya PPL yang tersebar di 24 kecamatan harus intens berkomunikasi dengan seluruh petani di seluruh Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Lebih lanjut Bupati Tantri berharap agar ada kemitraan yang harmonis antara petani, blandang dan gudang. Karena ketiga unsur ini tidak akan berjalan dengan baik apabila jalan sendiri. Harapannya ketiga unsur benar menyatu dan menciptakan keharmonisan dalam berdagang sehingga sama-sama tersenyum.
“Saya tidak akan mengizinkan investasi manakala tempatnya saja yang besar tetapi yang menerima manfaat orang luar Kabupaten Probolinggo. Gudang mari bersama-sama mensejahterakan rakyat. Ambillah hasil panen tembakau rakyat Kabupaten Probolinggo. Jika tidak mending jangan membangun gudang disini,” tegasnya.
Sementara Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan agar alokasi areal yang telah disepakati dapat segera disosialisasikan kepada masyarakat petani. Selain itu agar penanaman hanya dilaksanakan pada areal potensi tembakau yang telah dialokasikan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah pengendalian luas areal tembakau untuk meminimalisir terjadi kelebihan produksi serta sebagai upaya antisipasi terhadap permasalahan pemasaran tembakau yang terjadi akibat kelebihan produksi,” ungkapnya.
Menurut Hasyim, rencana areal tanam tembakau tahun 2017 sama dengan tahun 2016 seluas 10.774 hektar yang dibagi pada 7 (tujuh) kecamatan sentra tembakau. Dengan rencana produksi sebesar 12.929 ton dan asumsi produktivitas 1,2 ton/hektar.
“Kebutuhan gudang tembakau tahun ini mencapai 12 ribu ton. Sementara realisasi areal tanam tahun 2016 lalu mencapai 8.016 hektar. Hal ini terjadi karena tahun 2016 ada iklim ekstrim. Dimana musim kemarau basah yang menjadikan petani tembakau banyak yang menanam padi dan jagung,” pungkasnya. (adv/budi)



