Iklan Ucapan Idul Fitri
Space Iklan
Iklan Ucapan Idul Fitri

Sabtu, 14 Oktober 2017

Gotong Royong Wajib Hukumnya Dilestarikan



PROBOLINGGO – Salah satu indikator sukses dan tidaknya program pembangunan adalah kekompakan dan keguyuban masyarakat dalam melakukan gotong royong membangun desa. Oleh karena itu, gotong royong wajib hukumnya untuk terus dilestarikan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ketika menghadiri kegiatan gotong royong bersama masyarakat Desa Karangpranti Kecamatan Pajarakan, Rabu (11/10/2017).
Menurut Bupati Tantri, budaya gotong royong ini merupakan budaya luhur bangsa. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban semua elemen masyarakat untuk melestarikan gotong royong ini dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap agar kegiatan gotong royong ini tidak hanya ramai saat hari ini saja, tetapi implementasi langsung di masyarakat untuk merekatkan tali silaturrahim sehingga dengan kekompakan menjadi modal besar untuk sukses dan lancarnya proses pembangunan,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si. Menurutnya, budaya gotong royong ini merupakan cerminan dari khoirunnas anfa ‘uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya).
“Ada tiga hal yang harus dikorbankan agar kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Yakni ilmu, tenaga dan uang. Gotong royong itu berarti mengorbankan ilmu dan tenaganya. Syukur-syukur kalau bisa juga dengan uangnya. Tiga hal ini masuk dalam khoirunnas anfa ‘uhum linnas. Dua saja kita sudah menang, apalagi ketiga-tiganya. Insya Allah akan dijauhkan dan akan diberi jalan kemudahan oleh Allah SWT,” katanya.
Menurut Hasan, gotong royong ini sudah memberikan uswatun hasanah. Sebagai kepala keluarga harus mampu mengamalkan, minimal dalam keluarga dan hal-hal kecil di lingkungannya.
“Amalkanlah hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan. Sebenarnya kita semua pandai mengaji, tetapi masih belum mampu mengamalkannya. Marilah bersama-sama mengamalkan ilmu agama dan umum dalam kehidupan sehari-hari agar selamat dunia akhirat,” ajaknya.
Sementara Kepala Desa Karangpranti Hosen mengungkapkan bahwa Desa Karangpranti ini memiliki arti tempat alat perang. Dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Tahun 2010 lalu, Desa Karangpranti pernah dinobatkan sebagai desa terbaik. Sehingga tahun 2011 menjadi tuan rumah Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong.
“Saat ini, Desa Karangpranti tercatat sebagai 10 besar terbaik dalam pengelolaan dana desa tingkat Kabupaten Probolinggo. Mari kita terus bersama-sama membangun desa demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kegiatan gotong royong masyarakat bersama Bupati Probolinggo ini juga dimeriahkan dengan pengobatan massal dan pemasangan implant serta pameran produk unggulan masyarakat Kecamatan Pajarakan. Tidak ketinggalan pula fashion show Batik Selowaty karya Muhaeroh dari Desa Selogudig Kulon Kecamatan Pajarakan.
Gotong royong masyarakat bersama Bupati Probolinggo ini dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Pajarakan Sukarno dan Forkopimka Pajarakan, Kepala Desa se-Kecamatan Pajarakan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Pajarakan. (adv/budi)
Alt/Text Gambar

SHARE THIS