Iklan Ucapan Idul Fitri
Space Iklan
Iklan Ucapan Idul Fitri

Kamis, 24 Agustus 2017

Teken Draft MoU Smart City


KRAKSAAN –  Selangkah lagi Kabupaten Probolinggo menuju “Smart City”. Hal ini menyusul dilakukannya penandatanganan draft nota kesepahaman (Mou) antara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan Founder aplikasi “Matakota” Tony Susanto, Kamis (17/8/2017) pagi.

Penandatanganan yang dilakukan di Guest House Alun-alun Kota Kraksaan setelah upacara memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 itu dihadiri juga oleh anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA Timbul Prihanjoko, Forkopimda, Sekretaris Daerah Soeparwiyono, jajaran pejabat Pemkab Probolinggo dan pejuang Veteran Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan itu Bupati Tantri menuturkan bahwa penggunaan aplikasi pelayanan masyarakat Matakota ini adalah awal yang baik pagi Pemkab Probolinggo dan akan dirasakan langsung manfaatnya bagi warga masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Hal ini sebagai wujud implementasi dari ikhtiar kami selaku Pemkab Probolinggo dalam rangka mewujudkan “Smart City”,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, bagaimana dengan aplikasi berbasis teknologi informasi dapat menyederhanakan dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dan informasi. Dengan begitu ke depan diharapkan sinergitas yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat atau masyarakat satu dan lainnya dapat saling terintegrasi satu sama lain.

“Seperti yang kita tahu semua kalangan masyarakat kini telah memanfaatkan smartphone dan jaringan internet dalam aktifitas sehari-hari. Fenomena inilah yang sedang kita potret dan kita arahkan dalam pemanfaatan aplikasi Matakota ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri menegaskan agar pemanfaatan aplikasi Matakota ini dapat tercapai secara utuh dan efektif pihaknya juga telah menyusun dan membentuk tim untuk segera menyiapkan segala infrastruktur dan elemen kerja yang diperlukan dalam aplikasi ini.

“Saya harap DPRD sebagai wakil rakyat juga ikut serta dalam mengawal langkah ini karena hal ini merupakan proses menuju pembangunan dan pemerintahan Kabupaten Probolinggo yang lebih baik,” tandasnya.

Sementara Tony Susanto menegaskan bahwa sebagai langkah awal pihaknya akan segera menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dimana dalam PKS itu dimuat secara detail teknik-teknik yang perlu dikerjakan maupun menyiapkan segala stakeholder yang nantinya akan terintegrasi dalam aplikasi ini.

Lebih lanjut Tony menjelaskan pihaknya segera akan inventarisir hal-hal yang terjadi di tengah masyarakat. Dengan begitu akan diketahui sejauh apa Matakota ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo sebagaimana mestinya.

“Segera mungkin kami akan melakukan penetrasi pasar. Disini kita kenalkan ke masyarakat melalui papan reklame (Billboard), media lokal dan nasional serta sounding-sounding ke dinas-dinas terkait termasuk pihak kepolisian agar masyarakat tahu bahwa aplikasi ini adalah milik Kabupaten Probolinggo dan bisa digunakan oleh seluruh warga masyarakat Kabupaten Probolinggo,” papar Founder Matakota ini.

Senada dengan Bupati Tantri pihak Matakota juga berharap bahwa Kabupaten Probolinggo melalui aplikasi ini bisa lebih mengetahui kebutuhan masyarakat dan mengetahui apa yang terjadi di tengah masyarakatnya melalui laporan-laporan pihak masyarakatnya tidak melalui SKPD-nya saja.

“Dengan begitu laju pemerintahan dan otoritas Kabupaten Probolinggo bisa lebih baik lagi dalam pelayanan masyarakat dan tentu saja menciptakan masyarakat yang cerdas dalam pemanfaatan teknologi informasi,” pungkasnya.
Alt/Text Gambar

SHARE THIS