Iklan Ucapan Idul Fitri
Space Iklan
Iklan Ucapan Idul Fitri

Jumat, 19 Mei 2017

TNI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DAERAH SUKSESKAN PROGRAM KB


Portal Berita Lumajang, 16 Mei 2017 - Untuk Mensukseskan Program KB menuju penduduk tumbuh seimbang dan masyarakat sehat 2017, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan bekerja sama dengan KODIM 0821 Lumajang melaksanakan Pencanangan TNI-KB-KES yang bertempat di Gedung Kartika Batalyon 527, Selasa, (16/5).

Pencanangan TNI-KB-KES ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes yang didampingi oleh Dandim 0821 Lumajang Letkol Inf. Imam Purnomo Hadi, SIP, Ketua Dharma Wanita, Hj. Enny Masudi dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk,Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, dr. Farida Alfawati, MPPM.

Program Bakti TNI KB Kesehatan merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara BKKBN dengan TNI tentang Penguatan dan Percepatan Pencapaian Sasaran Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Adapun tujuan program tersebut adalah untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan pembangunan nasional, khususnya pada bidang kependudukan dan peningkatan kesejahteraan keluarga melalui penurunan jumlah kelahiran, meningkatkan akseptor KB, kesehatan reproduksi remaja dan kelangsungan hidup bayi dan anak, peningkatan pelayanan KB Mobile bagi peserta KB baru, serta pembinaan peserta KB aktif.

Dandim 0821 Letkol Inf. Imam Purnomo Hadi, SIP mengatakan bahwa TNI bersedia mensukseskan program Pemerintah dalam mensukseskan pengendalian penduduk di Lumajang. “ TNI AD siap melaksanakan program KB bersama dengan Pemerintah Daerah, BKKBN dan seluruh instansi terkait melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran dan membina ketahanan keluarga yang nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga”, ujar Letkol Inf. Imam Purnomo Hadi, SIP.

Sementara itu Wakil Bupati Lumajang dalam sambutannya berharap angka pernikahan usia dini terus menurun. Wabup Buntaran menjelaskan dalam rangka mensukseskan pencanangan program KB, faktor perkawinan di usia dini harus semaksimal mungkin diturunkan. Yaitu dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang batas usia pernikahan yang ideal yaitu 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. (adv/budi)
Alt/Text Gambar

SHARE THIS