Probolinggo MCE - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE melakukan audiensi dengan Tim Direktorat Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otoda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI beserta tim dari Provinsi Jawa Timur terkait best practice (praktek terbaik) Tata Kelola Pemerintah Daerah, Senin (6/2/2017) siang di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Probolinggo.
Kehadiran tim yang dipimpin Gensly dari Dirjen Otoda Kemendagri RI dan Provinsi Jawa Timur ini diterima langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari SE didampingi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Asy’ari dan sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Selain penyampaian paparan, Bupati Tantri beserta para tim melakukan kunjungan ke Puskesmas Sumberasih yang memiliki pelayanan kesehatan terbaik dan cepat dengan menggunakan finger print dengan slogannya Jempol Mancep Layanan Cepet.
Dalam sambutannya Gensly menyebutkan bahwa dengan adanya stigma ini Kabupaten Probolinggo menjadi kandidat di tingkat nasional. Dimana kunjungan ini dilakukan dengan tujuan ingin melihat potensi dan perkembangan di Kabupaten Probolinggo. Inovasi program ini nantinya dapat memperkuat Kabupaten Probolinggo di kanca tingkat nasional.
“Masih banyak potensi di Kabupaten Probolinggo yang hasil pengembangan kapasitasnya tidak terlihat dan perlu diaplikasikannya. Apalagi tahun 2017, Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah yang mendapatkan pendampingan dari Kemendagri untuk mengetahui perkembangan potensinya,” katanya.
Sementara Bupati Tantri mengungkapkan media perlu mengedukasikan kepada masyarakat terhadap potensi-potensi yang ada di Kabupaten Probolingo. Sepakat apa yang diikhtiarkan nantinya dapat diekplore dan kebijakan ini mampu mengembalikan roll mode kepada masyarakat.
“Sebagai amanah yang diberikan oleh masyarakat melalui perkembangan pembangunan dan program-program yang telah terwujud di Kabupaten Probolinggo, saya mengharapkan nantinya dapat memberikan kemudahan serta menyejahterakan masyarakat khususnya pelayanan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Dari hasil kunjungan tersebut, para tim merasa terkesan dan termotivasi dengan pelayanan kesehatan yang secara cepat dan efisien melalui jempol mancep layanan cepat. Program ini sangat mendukung dan bermanfaat terhadap peningkatan dan perkembangan pembangunan program Kabupaten Probolinggo. Diharapkan inovasi ini menjadi acuhan bagi Pemerintah Daerah lainnya. ***



